FIBROADENOMA MAMMAE
PENDAHULUAN(1,2,3)
Fibroadenoma adalah suatu tumor jinak pada payudara yang berbatas tegas, padat, berkapsul, dan merupakan lesi pada payudara terlazim pada wanita berusia diantara 20-30 tahun. Biasanya seyelah menopause, tumor tersebut tidak lagi ditemukan. Tumor ini tidak melekat ke jaringan sekitarnya dan amat mudah digerakkan ke sana ke mari. Biasanya fibroadenoma ini tidak nyeri, tetapi terkadang dirasakan nyeri bila ditekan.
Sebagian besar (sekitar 80%) fibroadenoma tumbuh tunggal, namun kadang-kadang dapat tumbuh multiple. Pada masa adolesens, fibroadenoma bisa terdapat dalam ukuranyang besar. Pertumbuhan bisa cepat sekali selama masa kehamilan dan laktasi atau menjelang menopause, saat rangsangan estrogen meninggi.
ANATOMI DAN FISIOLOGI PAYUDARA(4)
Kelenjar susu merupakan sekumpulan kelenjar kulit. Pada bagian lateral atasnya, jaringan ini keluar dari bulatannya ke arah aksila, yang disebut juga dengan penonjolan Spence atau ekor payudara.
Setiap payudara terdiri atas 12 sampai 20 lobulus kelenjar yang masing-masing mempunyai saluran ke papilla mamma yang disebut duktus laktiferus. Diantara kelenjar susu dan fasia pektoralis, juga diantara kulit dan kelenjar tersebut mungkin terdapat jaringan lemak. Diantara lobules tersebut ada jaringan ikat yang disebut ligamentum cooper yang member rangka untuk payudara.
Perdarahan payudara terutama berasal dari cabang a.perforantes anterior cabang dari a.mamaria interna, a.torakalis lateralis yang bercabang dari a.aksilaris, dan beberapa a.interkostalis.
Persarafan kulit payudara diurus oleh cabang pleksus servikalis dan n.interkostalis. jaringan kelenjar payudara sendiri diurus oleh saraf simpatik. Ada beberapa saraf lagi yang perlu diingat sehubungan dengan penyulit paralisis dan mati rasa pascabedah, yakni n.interkostobrakialis dan n.kutaneus brakius medialis yang mengurus sensibilitas daerah aksila dan bagian medial lengan atas. Pada diseksi aksila, mungkin disingkirkan sehingga tidak terjadi mati rasa pada daerah tersebut.
Saraf n.pektoralis yang mengurus m.pektoralis mayor dan minor, n.torakodorsalis yang mengurus m.latissimus dorsi, dan n.torakalis longus yang mengurus m.serratus anterior sedapat mungkin dipertahankan pada mastektomi dengan diseksi aksila.
Penyaliran limfe dari payudara kurang lebih 75% ke aksila, sebagian lagi ke kelenjar parasternal, terutama dari bagian yang sentral dan medial dan ada pula penyaliran yang ke kelenjar interpektoralis. Pada aksila terdapat rata-rata 50 (berkisar dari 10 sampai 90) buah kelenjar getah bening yang berada disepanjang arteri dan vena brakialis. Saluran limfe dari seluruh payudara menyalir ke kelompok anterior aksila, kelompok sentral aksila, kelenjar aksila bagian dalam, yang lewat sepanjang v.aksilaris dan yang berlanjut langsung ke kelenjar servikal bagian kaudal dalam difosa supraklavikuler.
Jalur limfe lainnya berasal dari daerah sentral dan medial yang selain menuju ke kelenjar sepanjang pembuluh mammaria interna, juga menuju ke aksila kontralateral, ke m.rektus abdominis lewat ligamentum faksiparum hepatis ke hati, pleura, dari payudara kontralateral.
Pada fisiologi, payudara mengalami tiga macam perubahan yang dipengaruhi hormon. Perubahan pertama ialah mulai dari masa hidup anak melalui masa pubertas, masa fertilitas, sampai ke klimakterium, dan menopause. Sejak pubertas pengaruh estrogen dan progesterone yang diproduksi ovarium dan juga hormon hipofise, telah menyebabkan duktus berkembang dan timbulnya asinus.
Perubahan kedua adalah perubahan sesuai dengan daur haid. Sekitar hari ke 8 haid, payudara jadi lebih besar dari pada beberapa hari sebelum haid berikutnya terjadi pembesaran maksimal. Kadang-kadang timbul benjolan yang nyeri dan tidak rata. Selama beberapa hari menjelang haid, payudara menjadi tegang dan nyeri sehingga pemeriksaan fisik, terutama palpasi, tidak mungkin dilakukan. Pada waktu itu, pemeriksaan foto mamografi juga tidak berguna karena kontras kelenjar terlalu besar. Begitu haid dimulai, semuanya berkurang.
Perubahan ketiga tterjadi ketika pada masa hamil dan menyusui. Pada kehamilan, payudara menjadi besar karena epitel duktus lobul dan duktus alveolus berproliferasi, dan tumbuh duktus baru.
Sekresi hormon prolaktin dari hipofisis anterior memicu laktasi. Air susu diproduksi oleh sel-sel alveolus, mengisi asinus, kemudian dikeluarkan melalui duktus ke putting susu.
DEFINISI(3,4,5,6,7,8)
Fibroadenoma Mammae (FAM) adalah tumor jinak tidak berbahaya yang bisa timbul pada payudara remaja dan wanita berusia <30 tahun. Benjolan biasanya kecil, solid, kenyal, bulat elastis dengan batas tepi yang jelas. Diduga penyebabnya adalah kelebihan hormon estrogen. Tumor ini dapat membesar menjelang menstruasi atau pada saat kehamilan.
ETIOLOGI(3,7,8)
Penyebab fibroadenoma tidak diketahui. Namun, fibroadenoma mungkin terkait dengan hormon reproduksi (estrogen). Fibroadenoma terjadi pada frekuensi yang lebih besar ketika masa reproduksi, serta dapat terjadi peningkatan dari ukuran selama kehamilan atau terapi estrogen, dan cenderung untuk mengecil setelah menopause, ketika stimulasi estrogen menurun.
GEJALA KLINIS(3,4,5,6)
Gejala klinis dari Fibroadenoma mammae adalah benjolan pada payudara atau massa yang biasanya disertai dengan :
• Benjolan bulat atau benbenjol-benjol dengan simpai licin
• Berbatas yang tegas
• Konsistensinya kenyal padat
• Mobile / mudah digerakkan
• Tidak nyeri
Pasien dapat memiliki fibroadenoma satu atau multipel. Ukuran rata-rata Fibroadenoma sekitar satu inci (2,5 cm) pada diameter. Jika lebih besar dari 2 inci (5 cm), maka disebut dengan fibroadenoma raksasa. Pada masa remaja, fibroadenoma bisa tumbuh pesat dan menjadi besar sampai 4 inci (10 cm) pada diameter.
DIAGNOSIS(3,5,6,7)
Pada diagnosis, selain pemeriksaan fisik, maka dibutuhkan beberapa pemeriksaan penunjang untuk membantu menegakkan diagnosis fibroadenoma mammae ini, antara lain :
• Mamografi
Mamografi menggunakan sinar-X untuk menghasilkan gambar (mamogram) dari daerah yang mencurigakan pada jaringan payudara. Fibroadenoma biasanya muncul pada mammogram sebagai massa payudara halus, dengan tepi bulat, dan berbeda dari jaringan payudara di sekitarnya. Untuk mengevaluasi suspek fibroadenoma, mammogram secara rutin dilakukan untuk wanita usia 30 dan lebih tua.
• USG payudara.
Jika usia wanita lebih muda dari usia 30, pemeriksaan yang lebih dipilih adalah USG payudara bukan mammografi untuk mengevaluasi benjolan payudara. Jaringan payudara padat pada wanita muda membuat mammografi sulit untuk menginterpretasikan. USG payudara dapat membantu untuk menentukan apakah benjolan payudara tersebut padat atau berisi cairan. Sebuah massa yang solid lebih mungkin fibroadenoma, sedangkan massa yang berisi cairan lebih mungkin kista.
• Aspirasi jarum halus.
Pemeriksaan ini menggunakan jarum tipis yang dimasukkan ke dalam benjolan payudara, dan mencoba untuk menarik isi dari benjolan payudara. Jika cairan yang keluar, benjolan kemungkinan besar adalah kista.
• Core needle biopsy (biopsy jarum inti).
Agar yakin benjolan payudara padat tersebut adalah fibroadenoma dan bukan kanker payudara, maka pemeriksaan yang dapat direkomendasikan adalah biopsi jarum inti, yang menggunakan jarum yang lebih besar untuk mendapatkan sampel jaringan dari benjolan yang kemudian akan dikirim untuk dianalisis.
PENATALAKSANAAN(3,4,5,6,7,8)
Ada beberapa penatalaksanaan pada fibroadenoma, antara lain :
- Observasi adalah salah satu pendekatan pada fibroadenoma mammae. Karena fibroadenoma tidak selalu membuat masalah dan terkadang menyusut sendiri, hanya dengan mengawasi kemajuan dari fibroadenoma adalah cara yang paling invasif untuk menanganinya.
- Lumpectomy atau bedah pengangkatan fibroadenoma, dapat dilakukan jika pasien khawatir tentang menjaga payudaranya. Tergantung pada ukuran relatif dari benjolan pada payudara, lumpectomy dapat menyebabkan perubahan ukuran payudara atau bentuknya. Fibroadenoma baru dapat tumbuh di sekitar benjolan pertama, sehingga pasien harus tahu bahwa operasi bukan merupakan jaminan bahwa pasien tidak akan pernah terkena fibroadenoma lain. Di sisi lain, fibroadenoma dapat dengan hati-hati diperiksa oleh laboratorium patologi untuk memastikan diagnosis yang benar dan kanker payudara pun dapat dikesampingkan.
- Laser ablation (Ablasi laser) adalah cara non-bedah untuk menyingkirkan fibroadenoma. Tindakan ini menggunakan perangkat laser dengan dipandu oleh USG yang digunakan untuk menghancurkan fibroadenoma. Tindakan ini hanya meninggalkan bekas luka kecil, tidak ada jahitan, dan tidak ada perubahan bentuk payudara.
- Cryoablasi adalah cara cepat serta efisien untuk membekukan fibroadenoma hingga mati. Cryoablasi hanya membeku benjolannya saja sehingga jaringan sehat dapat mengambil alih. Prosedur ini memakan waktu kurang dari 30 menit dan menghasilkan bekas luka kecil.
- Radiofrequency-assisted (RFA) adalah cara lain untuk mengambil benjolan yang tidak diinginkan keluar dari payudara pasien tanpa menggunakan lumpectomy. Tindakan ini menggunakan anestesi lokal dan bimbingan USG, dan membuat insisi sebesar 6-8 mm diatas fibroadenoma. Melalui insisi ini, suatu alat dimasukkan yang ujungnya berupa pisau yang kemudian dipanaskan oleh arus radiofrekuensi. Ini membantu untuk memotong jaringan payudara tanpa menyebabkan perdarahan yang banyak. Setelah mencapai target, kabel kecil dan suatu lengan robot menangkap fibroadenoma dan kemudian diekstraksi.
- Mammotome adalah system biopsi payudara yang dapat digunakan sebagai cara yang cukup non-invasif untuk menghilangkan fibroadenoma. Dalam waktu kurang dari satu jam, dan di bawah anestesi lokal, sebuah insisi sebesar 6 mm dibuat di atas fibroadenoma tersebut. Kemudian dengan bimbingan USG, probe Mammotome diarahkan ke dalam benjolan, yang kemudian fibroadenoma ditarik keluar dari jaringan. Pemulihan cepat dan bekas luka akan sangat kecil.
PROGNOSIS(6)
Pengangkatan fibroadenoma mammae mempunyai prognosis yang baik, namun wanita dengan fibroadenoma dapat meningkatkan resiko terkena kanker payudara dalam kehidupan mereka. Benjolan pada payudara yang tidak diangkat harus dilakukan pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang yang rutin sesuai dengan rekomendasi dari dokter.
sekarang saya jadi tahu nih ilmu tentang Fibroadenoma Mammae
ReplyDelete, sekarang jadi tambah ilmu saya