PENDAHULUAN
Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi dan sensitasi terhadap Sarcoptes scabei varian hominis dan produknya.(1,2,3,4,8,9,10)
1. Kontak langsung (kontak kulit dengan kulit).(1,2,9)
2. Kontak tidak langsung (melalui benda).(1,2,9)
Ada 4 tanda kardinal pada skabies, yaitu:
- Pruritus nokturnal, artinya gatal pada malam hari.(1,2,9,11)
- Penyakit ini menyerang manusia secara berkelompok.(1,2,9,11)
- Adanya terowongan (kunikulus) pada tempat-tempat predileksi yang berwarna putih atau keabu-abuan, berbentuk garis lurus atau berkelok, rata-rata panjang 1 cm, pada ujung terowongan ini ditemukan papul atau vesikel.(1,2,9,11)
- Menemukan tungau, merupakan hal yang paling diagnostik. Dapat ditemukan satu atau lebih stadium hidup tungau ini.(1,2,9,11)
Diagnostik dapat dibuat dengan menemukan 2 dari 4 tanda kardinal tersebut.
Selain bentuk skabies yang klasik, terdapat pula bentuk-bentuk khusus yaitu:
1. Skabies pada orang bersih (scabei of cultivated).(1,5)
2. Skabies incognito.(1,5)
3. Skabies nodular.(1,5)
4. Skabies yang ditularkan melalui hewan.(1,5)
5. Skabies krustosa (Norwegian scabies).(1,5)
6. Skabies pada bayi dan anak.(1,5)
7. Skabies terbaring di tempat tidur (bed ridden).(1,5)
Diagnosa klinis cukup ditegakkan dengan:
1. Riwayat gatal pada malam hari.
2. Keluarga atau teman dekat yang sakit seperti penderita.
3. Didapatkan efloresensi polimorf di tempat-tempat predileksi.(2,6)
Diagnosa bandingnya adalah (Siregar, R.S, 1996):
1. Prurigo.
2. Gigitan serangga.
3. Folikulitis.(3)
Prinsip penatalaksanaan dari skabies yaitu:
Semua keluarga berkontak dengan penderita harus diobati termasuk pasangan seksnya.
Beberapa macam obat yang dapat dipakai pada pengobatan skabies yaitu:
- Permetrin 5%
Aplikasi hanya sekali dan dihapus setelah 10 jam. Bila belum sembuh diulangi setelah seminggu. Tidak dianjurkan pada bayi di bawah umur 2 bulan.(1,8,9 - Malation 0,5%
Malation 0,5% dengan dasar air digunakan selama 24 jam. Pemberian berikutnya diberikan beberapa hari kemudian.(5) - Emulsi Benzil-benzoat (20-25%)
Diberikan setiap malam selama tiga hari. Sering terjadi iritasi dan kadang-kadang makin gatal setelah dipakai.(1,8) - Sulfur 10%
Dalam konsentrasi 2,5% dapat digunakan pada bayi. Obat ini digunakan pada malam hari selama 3 malam.(5) - Monosulfiran
Tersedia dalam bentuk lotion 25%, yang sebelum digunakan harus ditambah 2-3 bagian dari air dan digunakan selama 2-3 hari.(5) - Gama Benzena Heksa Klorida (gameksan)
Kadar 1% dalam krim atau losio, termasuk obat pilihan karena efektif terhadap semua stadium, mudah digunakan dan jarang terjadi iritasi. Tidak dianjurkan pada anak di bawah 6 tahun dan wanita hamil karena toksik terhadap susunan saraf pusat. Pemberian cukup sekali, kecuali jika masih ada gejala ulangi seminggu kemudian.(1,8,9) - Krotamiton 10% dalam krim atau losio
10% dalam krim atau losio, merupakan obat pilihan.
Mempunyai 2 efek sebagai antiskabies dan antigatal.(1,9)
Prognosa pada umumnya baik.(1,2,5).
LAPORAN KASUS
Telah datang seorang pasien laki-laki, umur 24 tahun, suku Jawa, bangsa Indonesia, agama Islam, pekerjaan wiraswasta, ke Poliklinik Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin RSU pada tanggal 4 Februari 2011 dengan keluhan utama koreng disertai rasa gatal di daerah sela jari kedua kaki dialami sejak ± 1 bulan yang lalu. Awalnya berupa bintil berisi air lama kelamaan menyebar pada sela jari tangan disertai rasa gatal. Gatal dirasakan terutama pada malam hari. Gejala yang sama seperti pasien tidak dijumpai pada keluarga. Pasien sebelumnya belum pernah diobati sehingga datang berobat ke Poliklinik Kulit dan Kelamin RSU. Riwayat penyakit terdahulu tidak jelas. Riwayat pemakaian obat tidak jelas.
Dari pemeriksaan fisik ditemui keadaan umum dan status gizi pasien baik. Pada pemeriksaan inspeksi ditemui ruam berupa vesikel, papula eritem, erosi, ekskoriasi, krusta, dan pustula pada regio dorsalis digitorum pedis dextra dan sinistra, regio dorsalis digitorum manus dextra dan sinistra, regio interdigitalis pedis dextra dan sinistra, dan regio interdigitalis manus dextra dan sinistra.
Berdasarkan anamnese dan pemeriksaan fisik, maka diagnosa banding pasien ini adalah Skabies dengan Infeksi Sekunder, Prurigo hebra, dan Insect bite.
Diagnosa sementara pasien ini adalah Skabies dengan infeksi sekunder ringan.
Penatalaksanaan pasien ini adalah secara umum yaitu menghindari garukan, menjaga kebersihan per orang. Penatalaksanaan secara khusus yaitu terapi topikal dengan Permetrin 5%. Dan terapi sistemik dengan Loratadin 10 mg 1 x 1 cap, Amoxicillin cap 500 mg 3 x 1.
Prognosa pada pasien ini baik dengan terapi yang adekuat.
DISKUSI
Diagnosa Skabies ditegakkan berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan fisik. Pada kasus ini pasien mengeluhkan koreng disertai rasa gatal di daerah sela jari kedua kaki dialami sejak ± 1 bulan yang lalu. Awalnya berupa bintil berisi air lama kelamaan menyebar pada sela jari tangan disertai rasa gatal. Gatal dirasakan terutama pada malam hari. Hal ini sesuai dengan kepustakaan bahwa skabies ini dapat mengenai semua umur dengan frekuensi yang sama pada pria dan wanita. Faktor yang mempengaruhi timbulnya penyakit adalah sosial ekonomi yang rendah, higiene yang buruk, hubungan seksual yang sifatnya promiskuitas, kesalahan diagnosis, dan perkembangan dermografik serta ekologik. Selain itu rasa gatal yang terutama dirasakan OS pada malam hari, juga sesuai dengan kepustakaan. (1)
Berdasarkan anamnese dan pemeriksaan fisik, maka diagnosa banding pasien ini adalah Skabies dengan Infeksi Sekunder, Prurigo hebra, dan Insect bite. Hal ini sesuai dengan kepustakaan yang menyatakan bahwa diagnosa banding Skabies adalah Prurigo hebra, dan Insect bite.(3)
Pada pasien ini diagnosa ditambahkan infeksi sekunder karena dijumpai ruam berupa ekskoriasi, krusta dan pustula.
Diagnosa sementara pasien ini adalah Skabies dengan infeksi sekunder ringan.
Penatalaksanaan pada pasien ini adalah secara umum yaitu menghindari garukan, menjaga kebersihan per orang. Penatalaksanaan secara khusus yaitu terapi topikal dengan Permetrin 5%. Dan terapi sistemik dengan Loratadin 10 mg 1 x 1 cap, Amoxicillin tab 500 mg 3 x 1. Hal ini sesuai dengan kepustakaan bahwa penatalaksanaan pengobatan penyakit ini sebaiknya memenuhi syarat pengobatan yang ideal yaitu efektif terhadap semua stadium tungau, tidak menimbulkan iritasi dan tidak toksik, tidak berbau dan kotor, tidak merusak atau mewarnai pakaian, mudah diperoleh dan harganya murah. Oleh karena itu pada pasien ini diberikan Permetrin, dimana permetrin tidak terlalu toksik dibandingkan dengan obat yang lain, tetapi memiliki efektivitas yang sama dengan obat yang lain. Dan juga apabila sudah terjadi infeksi sekunder, diberikan antibiotik baik topikal maupun sistemik.(1,2,3,5,7,8)
Prognosa pada pasien ini adalah baik. (1,2,5)
DAFTAR PUSTAKA
- Handoko RP. Skabies. Dalam: Adhi D, Mochtar M, Siti A, editor. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Edisi 5. Cetakan ke 3. Jakarta. Balai Penerbit FK UI. 2008. Hal. 122-125.
- Abdullah B. Skabies. Dermatologi: Pengetahuan Dasar dan Kasus di Rumah Sakit. Surabaya. Airlangga University Press. 2009. Hal 128-132.
- Siregar RS. Skabies. Atlas Berwarna Saripati Penyakit Kulit Edisi 2. Jakarta. EGC. 2005. Hal 164-165.
- Sjamsoe ESD, Linuwih SM, Made IW. Penyakit Kulit yang Umum di Indonesia: Sebuah Panduan Bergambar. Jakarta. Medical Multimedia Indonesia. 2005. Hal 72.
- Harahap M. Skabies. Ilmu Penyakit Kulit. Jakarta. Hipokrates. 2000. Hal 109-113.
- Zulkarnaen I, Ervianti E, Sahat SP. Skabies. Dalam: Pedoman Diagnosis dan Terapi. SMF Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi 3. Surabaya. RSU Dr. Soetomo. 2005. Hal 49-52.
- Pendit BU. Dermatologi Praktis (Practical Dermatology). Jakarta. Hipokrates. 2001. Hal 58-62.
- Panduan Pelayanan Medis Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin. Jakarta. RSCM. 2005. Hal 111-113.
- Halim EE. Skabies. Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FK UI/RSCM available in http://repository.ui.ac.id/contents/koleksi/11/d5105d55abe4829bc086223b8d984868a9b8cd39.pdf
- Muzakir. Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Penyakit Skabies pada Pesantren di Kabupaten Aceh Besar tahun 2007. Medan. USU. 2008. Available in http://repository.ui.ac.id/bitstream/123456789/6797/1/047023015.pdf
- Skabies. Available in http://www.klikdokter.com/illness/detail/27
Semoga bermanfaat. . . :)
ReplyDelete