Posisi Foto:
1. Posterior Anterior (PA)
- lebih sering digunakan.
- posisi pasien berdiri dengan sinar dari belakang dan film di depan.
- fundus gaster terisi udara (hitam) clavicula lurus, scapula menjauh.
2. Anterior Posterior (AP)
- dilakukan bila posisi PA tidak mungkin dilakukan, pasien sesak nafas atau tidak bisa berdiri.
- posisi pasien berdiri atau tidur dengan sinar dari depan dan film dari belakang.
- fundus gaster tak terlihat, clavicula bentuk huruf V, scapula mendekat.
3. Right Anterior Oblique (RAO)
Penderita miring dengan sudut 45-60 derajat terhadap film dengan bahu kanan menempel ke film.
4. Left Anterior Oblique (LAO)
Penderita berdiri miring dengan sudut 60-70 derajat terhadap film dengan bahu kiri menempel pada film.
5. Lateral Dekubitus.
6. Apek Lordotik.
-pasien berdiri dengan letak tubuh yang lordotik karena apeks paru sering tertutup.
-kaset diletakkan di posterior dan sinar dari anterior.
-fokus primer pada manubrium sterni.
-KV 55-60KV tergantung besar atau ukuran tubuh.
Syarat foto yang baik:
1. Inspirasi maksimal: costa 6 memotong pertengahan diafragma.
2. Ekspirasi maksimal:
-diafragma tinggi
-jantung membesar
-vaskuler paru kasar
3. Simetris.
4. Kondisi foto: vertebrae thoracalis 4-6 jelas terlihat dan 6 ke bawah tidak jelas.
5. Seluruh paru.
6. Kedua apeks terlihat.
Hasil foto:
1. Radiolusen (Hitam).
Oleh karena mudah ditembus sinar X => bayangan hitam (gas dan udara).
2. Radioopak (Putih).
Bayangan putih akibat sinar x sukar menembus benda (logam berat).
3. Intermediate (bayangan keputih-putihan).
Jaringan ikat, otot, darah, kartilago, epitel, batu kolesterol, batu asam urat.
4. Radiolusen sedang.
Jaringan lemak.
5. Radioopak sedang.
Tulang, garam calsium.
No comments:
Post a Comment